Obama Minta Donggi Senoro Segera Jalan

Filed in Info-info 0 comments

LUWUK, IEW. – Pemerintah Pusat diharapkan segera memberi persetujuan agar proyek gas Donggi Senoro segera terealisasi. Digantungnya nasib proyek ini membuat potensi minyak dan gas (migas) di daerah ini belum dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian.

Potensi migas yang belum termaksimalkan karena belum adanya persetujuan pemerintah pusat tentunya sangat disayangkan banyak kalangan di daerah. Selain Gubernur Sulteng HB Paliudju, Ketua DPRD Banggai Syamsul Bahri Mang juga mengharapkan agar megaproyek, yang menurut Vice President Finance PT Medco LNG Indonesia Elan Fuadi bernilai sekira Rp 50 triliun, ini bisa segera berjalan.

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/2/2010), pria yang akrab dengan sebutan Obama (Om Bahri Mang) ini mengatakan, pada prinsipnya masyarakat Banggai memang menginginkan proyek Donggi Senoro di daerah ini segera berjalan. Berjalannya proyek akan memberi manfaat ekonomi yang besar terhadap daerah. Selain meningkatkan pendapatan daerah dalam waktu singkat, pengembangan gas Donggi Senoro juga akan memberi efek positif jauh lebih besar bagi geliat perekonomian masyarakat di sekitar proyek. Termasuk membuka lapangan kerja baru. “Dampaknya sangat besar dari sisi ekonomi untuk daerah ke depan. Ini pendapatan riil dan kita harap pemerintah pusat bisa segera memberi persetujuan,” kata politisi Golkar ini.

Ia mengatakan, keputusan peruntukan gas Donggi Senoro untuk pemenuhan pasokan dalam negeri atau ekspor memang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Namun, daerah menginginkan agar proyek ini bisa segera terealisasi. Dengan begitu, potensi gas alam yang ada di Kabupaten Banggai bisa segera termaksimalkan untuk meningkatkan pembangunan daerah. Tertundanya pengembangan gas ini justru membuat pemerintah dan daerah kehilangan potensi pendapatan.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Banggai, Sofyan Mang, juga menyatakan senada. Menurut dia, terealisasinya proyek ini akan memacu pembangunan di daerah secara signifikan. Selama ini, dengan PAD yang hanya berkutat di angka Rp 15 milyar per tahun, pembangunan di Banggai justru lebih bergantung pada kucuran dana dari Pusat. Dengan adanya penerimaan sektor migas dari Donggi Senoro nantinya, anggaran yang dimiliki daerah tentu menjadi lebih besar. Peningkatan anggaran yang drastis ini bisa digunakan untuk memaksimalkan pembangunan di desa. “Pendapatan ini bisa kita gunakan untuk membangun desa dengan menambah anggaran desa. Dari sisi moneter, perputaran uang jadi cukup besar di daerah. Ini positif bagi perekonomian,” katanya.

Mengingat pentingnya realisasi proyek Donggi Senoro, Obama mengatakan, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Banggai harus duduk bersama menyatukan persepsi mendorong proyek ini dengan mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan proyek Donggi Senoro. “Biar tidak jalan sendiri-sendiri,” tandasnya. (Rahmat Azis)

Posted by Toni   @   2 February 2010 0 comments
Tags : , , ,

0 Comments

No comments yet. Be the first to leave a comment !
Leave a Comment

Name

Email

Website

Previous Post
«
Next Post
»
Powered by Wordpress   |   Delighted designed by Web Hosting   |   Song Lyrics   |   Free Download Ebook   |   Gadget Review
close
IndonesiaEnergyWatch.com - Berniat untuk beriklan? Hub 081231062242 / 081803130791