*Datangi Komisi VII soal Pendistribusian BBM PSO
Jakarta, IEW.- Pengurus Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) mengeluh kepada anggota komisi VII dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin Wakil Ketua Zainudin Amali (Fraksi PG). “Kami menolak penunjukan dua pendatang baru atau asing untuk menyalurkan pendistribusian BBM PSO,” kata Mohamad Nur Adib, Ketua Umum Hiswana Migas.
Menurut Adib, Pertamina telah menunjuk dua perusahaan industri hilir dan migas yaitu Petronas Niaga Indonesia dan PT Aneka Kimia Raya (AKR) CorporindoTbk untuk menyalurkan BBM PSO (bersubsidi). Padahal mereka pendatang baru di industri hilir dan migas. Menurut anggota komisi VII, Hiswana Migas sudah 30 tahun beroperasi tapi tidak diprioritaskan dalam penyaluran distribusi BBM.
Keluhan Hiswana Migas disampaikan dalam rapat dengar pendapat Komisi VII dengan BPH Migas. BPH Migas mempunyai tugas pengaturan, pengawasan dan pendistribusian BBM baik PSO maupun Non PSO.
Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono mengatakan, Hiswana Migas tidak siap dalam pendistribusian BBM PSO. Sebelum menunjuk dua perusahaan tersebut, menurut dia, BPH Migas melakukan verifikasi penjualan. “Mereka telah siap dan kami langsung menunjuknya,” kata Tubagus kepada anggota komisi VII.
AKR dan Petronas, lanjt dia, telah siap melaksanakan pendistribusian jenis BBM tertentu. Ini bisa dilihat pada kesiapan fasilitas pendistribusian BBM PSO milik dua perusahaan tersebut, baik mengenai fasilitas penyimpanan, pengangkutan dan penjualan. “Terhadap dua perusahaan tersebut, kami langsung tunjuk. Jika tidak siap maka kami tidak tunjuk untuk titik penyaluran pendistribusian jenis BBM tertentu,” kata Tubagus lagi.
Proses tender dalam penyaluran pendistribusian BBM sangat terbuka dan gamblang. Sehingga siapa saja boleh mengikuti tender tersebut.” Namun, hanya yang siap yang akan kami tunjuk,” katanya.
Protes yang disampaikan kepada anggota komisi VII hingga kepada kami (BPH Migas) sesungguhnya tidak tepat. Pada tanggal 19 Oktober, kami sudah membuat keputusan sementara calon pelaksana BBM PSO.
Pihak AKR menyampaikan ada 36 outlet yang siap melaksanakan pendistribusian penyaluran BBM PSO. Namun, setelah BPH Migas memeriksa, hanya 23 outlet yang siap. Dari 23 outlet tersebut, yang lulus verivikasi hanya 16 outlet. “Kami tidak ingin berisiko kalau outletnya tidak siap,” kata Tubagus.
Sebagai akhir verivikasi, tanggal 14 Desember, DPR memutuskan dua perusahaan tersebut yang siap melaksanakan penyaluran pendistribusian BBM jenis tertentu. “Kami tidak pernah menjanjikan apapun kepada Hiswana Migas. Kami terbuka melakukan kerjasama dengan semua perusahaan migas,” katanya.
Sebagai pendamping Pertamina untuk melaksanakan distribusi BBM PSO tahun 2010, PT Petronas Niaga Indonesia dan AKR Corporation saat ini berjalan lancar. (djoko sulistyo)
