Jakarta, IEW. – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan produksi minyak nasional bisa mencapai 1,010 juta barel oil per day (bopd) pada tahun 2014. Untuk mencapai target tersebut, menurut Darwin Zahedy Saleh, Menteri ESDM, Kementerian ESDM akan terus mendorong perusahaan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk meningkatkan kegiatan eksploitasi dan eksplorasi, serta menyelesaikan segala kendala penghambat kegiatan produksi.
“Selain itu, pemerintah akan mendukung penyelesaian semua permasalahannya termasuk penundaan kegiatan produksi pada beberapa lapangan minyak,” ujarnya dalam paparan akhir tahun kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2009 dan Program Kerja Sektor ESDM Tahun 2010-2014 di Jakarta, Kamis (31/12).
Sebelumnya kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Raden Priyono mengutarakan, pemerintah akan mengupayakan penyelesaian semua masalah penghambat kegiatan produksi minyak, termasuk penyelesaian masalah terbenturnya kegiatan eksplorasi dengan kehutanan.
Pada awal Januari 2010, lanjut Priyono, BP Migas meminta KKKS untuk memasukkan rencana pengembangan lapangan serta mengidentifikasikan masalah penghambat produksi.
“Kalau soal masalah dengan kehutanan, saya dengar pada Februari mendatang Menteri Kehutanan akan mengeluarkan PP kehutanan, yang memungkinkan adanya kegiatan eksplorasi dan eksplorasi,” jelasnya.
Untuk diketahui, dalam visi dan misi sektor ESDM sampai 2014, sudah ditargetkan terjadi peningkatan produksi minyak dari tahun ke tahun. Pada 2010 kementerian ESDM menargetkan produksi minyak mencapai 965 ribu bopd. Kemudian terus naik, pada 2011 diperkirakan mencapai 970 ribu bopd, pada 2012 mencapai 990 ribu bopd, pada 2013 mencapai 1 juta bopd dan pada 2014 mencapai 1 juta lebih. (Sunandar)
